Makalah - MEDIA CETAK DAN NON CETAK
MEDIA CETAK DAN
NON-CETAK

Makalah
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah Media dan Sumber Belajar pada Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar
Oleh:
Masfirah Ramadhani Budiman
20100122076
Sitti Hajar
20100122077
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN
ALAUDDIN MAKASSAR
2023/2024
Alhamdulillah, puji syukur ke
hadirat Allah swt. yang senantiasa memberikan ilmu-Nya kepada kita manusia
akhir zaman, sehingga tak ada permasalahan yang tak dapat diselesaikan karena
setiap darinya mempunyai penyelesaian.
Sehingga dengan karunia-Nya lah penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah
ini yang berjudul “MEDIA CETAK DAN NON CETAK” dengan tepat waktu.
Makalah ini adalah salah satu
tugas mata kuliah Media dan Sumber Belajar pada Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Selawat dan salam, tidak terlupa pula dikirimkan kepada Nabi Muhammad saw.,
para sahabat dan keluarganya, serta para pengikut Nabi yang menjadi suri
teladan bagi kita manusia alam semesta.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini sangat jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan demi perbaikan makalah
ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya
kepada Ibu Dr. Rosdiana, M.Pd.I., selaku Dosen Mata Kuliah Media
dan Sumber Belajar yang telah memberikan
ilmu dan bimbingannya selama perkuliahan sehingga penulis dapat menyelesaikan
tulisan ini.
Samata, 01 November 2023
Penulis
Kelompok 7
HALAMAN JUDUL.............................................................................................................................. ............................................................................................................................. i
Media pembelajaran, yang memuat
informasi dan pengetahuan,
pada umumnya digunakan untuk membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Selain
itu, media pembelajaran juga dapat membuat aktivitas belajar menjadi lebih
menarik sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam proses
belajar dan pembelajaran, media pembelajaran sangat berperan dalam menjembatani proses penyampaian dan pengiriman
pesan dan informasi dari narasumber kepada khalayak. Khalayak dalam hal ini
adalah siswa yang melakukan proses belajar. Dengan menggunakan media dan
teknologi dalam pembelajaran, proses penyampaian pesan informasi dan pengetahuan antara pengirim dan penerima dapat
berlangsung dengan efektif dan efisien. Penggunaan media sebagai sarana
pembelajaran telah lama dilakukan, yaitu sejak manusia melaksanakan proses dan
aktivitas belajar. Media, yang memuat informasi dan pengetahuan, pada umumnya
digunakan dengan tujuan untuk membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan
efisien. Dalam melakukan proses belajar manusia senantiasa memanfaatkan beragam
media. Peran media dalam hal ini adalah sebagai alat bantu dalam proses
pembelajaran. Perkembangan media yang digunakan dalam proses belajar pada
dasarnya berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi.
Berdasarkan uraian diatas, maka
penulisan makalah ini penulis tertarik untuk membahas mengenai masalah media
pembelajaran dengan judul “Media Cetak
dan Non Cetak".
Berdasarkan latar belakang masalah di atas,
maka penulis perlu mengajukan rumusan masalah dalam bentuk beberapa pertanyaan
sebagai berikut:
1.
Bagaimana pengertian media cetak
dan media non cetak ?
2.
Bagaiamana jenis-jenis
media cetak dan media non cetak?
3.
Bagaiamana kelebihan dan kekurangan media
cetak dan non cetak?
Setiap karya ilmiah yang menghadirkan rumusan
masalah, maka perlu dihadirkan pula tujuan penulisan atau penelitian berbasis
rumusan masalah yang sudah disebutkan sebelumnya. Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk:
1.
Mengetahui
pengertian media cetak dan media non cetak.
2.
Mengetahui
jenis-jenis media
cetak dan media non cetak
3.
Mengetahui
kelebihan dan
kekurangan media
cetak dan media non cetak.
A.
Pengertian Media Cetak dan Non Cetak
1.
Media Cetak
Menurut Pawit (1988:46) media cetak adalah segala
macam penerbitan yang dicetak seperti majalah dan koran. Media cetak dapat
diartikan segala produk cetak berupa lembaran kertas yang berisi informasi atau
pesan untuk disampaikan kepada orang. Media cetak merupakan jenis media visual
berbentuk huruf atau berupa bacaan berisi informasi yang diproduksi atau
dicetak secara profesional. Media cetak merupakan sarana atau perantara
komunikasi yang dicetak pada bahan dasar kertas dan kain untuk menyampaikan
pesan atau informasi.[1] Media cetak merupakan
jenis media yang telah lama digunakan sebagai sarana dalam aktivitas belajar.
Media cetak juga dipandang sebagai jenis media yang relatif murah dan memiliki
sifat sangat fleksibel bagi penggunaannya.[2]
Media cetak sebagai media pembelajaran adalah bahan
bacaan dan bahan pelajaran yang dihasilkan/diproduksi dengan mesin pencetakan
yang berisi tulisan, gambar, warna dan simbol visual lain yang memuat materi
pelajaran. Media cetak adalah media tertua, setiap mata pelajaran mempunyai
buku teks yang didalamnya memuat instruksi dan panduan instruksi dasar. Adanya
instruksi ini untuk memberikan pemahaman bagi pembaca dalam menggunakan media
tersebut. Media
cetak juga memberikan banyak informasi seperti halnya media lainnya. Informasi yang ada di
media cetak sampai saat ini dapat digunakan untuk melengkapi media lain dengan
maksimal. Media cetak juga dapat menggabungkan beberapa media lain, seperti gambar dan grafis,
sehingga berfungsi sebagia multi media.[3] Media
cetak merupakan media visual non proyeksi yang ditampilkan dalam bentuk
tercetak. Media cetak termasuk kelompok media yang paling tua dan banyak
digunakan dalam proses pembelajaran. Sebab media cetak merupakan media yang
praktis digunakan dan banyak tersedia di berbagai tempat.[4]
Media cetak merupakan media sederhana dan mudah
diperoleh di mana dan kapan saja (Rima. 2016). Media cetak merupakan sebuah
media yang dibuat memakai bahan dasar kertas yang bertujuan untuk menyampaikan
pesan atau informasi kepada khalayak umum (Thahira, 2018). Teks berbasis
cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu
konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi
kosong. Beberapa cara yang digunakan untuk menarik perhatian pada media berbasis
teks adalah warna, huruf, dan kotak. Warna digunakan sebagai alat penuntun dan
penarik perhatian kepada informasi yang penting, misalnya kata kunci dapat
diberi tekanan dengan cetakan warna merah. Huruf yang dicetak tebal atau
dicetak miring memberikan penekanan pada kata-kata kunci atau judul. Informasi
penting dapat pula diberi tekanan dengan menggunakan kotak. Penggunaan garis
bawah sebagai alat penuntun sedapat mungkin dihindari karena membuat kata itu
sulit dibaca. Contoh media cetak yaitu terbitan berkala, surat kabar, buku
pelajaran, modul, brosur, leaflet, buku teks terprogram, buku pegangan, dan
buku tugas (buku, penuntun, buku latihan (zvorkbook), alat bantu kerja,
dan lembaran lepas).[5]
2.
Media Non Cetak
Media
non-cetak adalah media yang menggunakan teknologi sebagai alat bantu yang
digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran dalam dunia pendidikan yang dituangkan dalam teknologi non-cetak.
Media
visual non-cetak adalah media visual yang digunakan tanpa melalui proses
pencetakan/print out, seperti; digital projector, display board, dan
media tiga dimensi (mock up, diorama, spesimen, dan lain-lain). Khusus
media non-cetak yang ditampilkan dengan digital projector, dapat pula
memuat gambar bergerak dan film bisu.[6]
B.
Jenis-jenis
Media Cetak dan Non Cetak
1.
Jenis-jenis
Media Cetak
Media cetak terdiri beberapa jenis diantaranya
menurut Anderson (1976) berupa cetak buku pelajaran, modul, brosur, leaflet,
gambar. Sedangkan menurut Kemp & Dayton (1985) berupa buku teks, lembaran
penuntun, penuntun belajar, penuntun instruktur, brosur, dan teks terprogram.
Lebih lanjut Leshin, Pollock & Reigeluth (1992) media berbasis cetak
diantaranya buku, penuntun, buku latihan, alat bantu kerja, dan lembaran lepas.
Sedangkan menurut Seels & Glasgow (1990) dapat berupa buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah
berkala, dan Lembaran lepas (hand-out). Buku, brosur, leaflet, modul, lembar
kerja siswa, dan handout termasuk bagian-bagian dari media cetak (Arsyad,
2016).[7]
Jenis-jenis pengembangan media pendidikan berbasis cetak adalah sebagia
berikut:
a.
Buku
Buku adalah
sejumlah lembaran kertas baik cetakan maupun kosong yang dijilid dan diberi
kulit. Buku sebagai bahan ajar merupakan
buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap
kurikulum dalam bentuk tertulis.
Biasanya
pendidik menggunakan buku sebagai sumber referensi ajar. Buku pelajaran berisi
tentang ilmu pengetahuan yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar,
buku fiksi akan berisi tentang fikiran-fikiran fiksi si penulis, dan
seterusnya. Buku pelajaran hendaknya bersifat aktual menggambarkan pengetahuan
kekinian.
Perlu
diperhatikan buku yang baik adalah buku yang ditulis dengan menggunakan bahasa
yang baik dan mudah dimengerti oleh pembacanya serta disajikan secara menarik
dilengkapi dengan gambar dan keterangan-keterangannya, isi buku juga
menggambarkan sesuatu yang sesuai dengan ide penulisannya.
b.
Handout
Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan
oleh seorang guru/dosen untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Handout adalah pernyataan atau gagasan yang
telah disiapkan oleh pembicara.
Handout biasanya dikutip dari beberapa
literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan/KD dan materi
pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik.
Saat ini handout dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain
dengan cara down-load dari internet, atau menyadur dari sebuah buku.
c.
Lembar Kegiatan Siswa
Lembar kegiatan siswa (student worksheet)
adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta
didik. Lembar kegiatan biasanya berupa
petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Suatu tugas yang
diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas KD yang akan dicapainya. Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata
pembelajaran apa saja.
d.
Eksiklopedia
Kamus besar yang memuat berbagai peristilahan ilmu pnegetahuan terbaru.
e.
Modul
Jenis bahan ajar cetak lain yang sering
ditemui yakni modul. Jenis modul biasanya sering ditemui oleh mahasiswa. Modul
adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar
secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Modul harus menggambarkan
KD yang akan dicapai oleh peserta didik, disajikan dengan menggunakan bahasa
yang baik, menarik, dilengkapi dengan ilustrasi yang jelas dan tidak
membingungkan.[8]
2.
Jenis-jenis
Media Non Cetak
Ada berbagai macam jenis media non cetak yang bisa membantu
mempermudah proses belajar mengajar di dalam kelas, seperti berikut.
a.
Media Audio
Penggunaan bahan ajar audio
juga termasuk non cetak. Bahan ajar audio ini merupakan cara atau strategi
untuk membantu para peserta didik dalam memahami materi. Kegiatan pembelajaran
ini menggunakan audio sehingga mampu melibatkan semua sistem yang menggunakan
gelombang secara langsung.
Karakteristik audio secara umum
memiliki hubungan dengan segala kegiatan melatih keterampilan yang memiliki
hubungan dengan aspek keterampilan mendengarkan (Sudjana & Rivai, 2013).
Jadi contoh dari media ajar audio ini bisa berbentuk dialog, musik, dan suara yang akan
dimanfaatkan untuk media pembelajaran secara langsung. Tetapi juga bisa
digunakan untuk daring dan menggunakan rekaman tersebut agar disebarluaskan
dalam bentuk digital atau format MP3.
b.
Media Video
Selain itu ada media video sebagai salah satu
bentuk non cetak. Video merupakan salah satu media yang dapat menyampaikan
informasi dengan jelas dan merupakan gabungan antara visual maupun audio
sehingga bisa membuat para siswa lebih mudah untuk menerima pembelajaran sebab
tidak hanya satu panca indera yang terlibat. Penerapan penggunaan dari media berupa video bisa melalui dua
cara, seperti berikut;
1)
Synchronous atau langsung merupakan pembelajaran yang terjadi melalui sarana
elektronik dengan proses akses kecepatan internet yang tinggi dengan sifat real
time atau jadwal dalam satu waktu yang sama, kolektif, serta kolaboratif dengan
adanya siswa, fasilitator, juga struktur.
2)
Asynchronous atau tidak langsung, Merupakan penggunaan media video yang diakses kapan saja
dan tidak harus dari waktu yang sama dengan perekaman video.
Keunggulan yang didapatkan dari
bahan ajar video adalah lebih mudah dipahami dan mampu meningkatkan minat para
siswa. Gabungan antara visual dan audio untuk membuat siswa tidak merasa bosan
dalam proses pembelajaran.
c.
Media Power Point
PowerPoint presentation adalah
salah satu media yang bisa menampilkan presentasi dengan berbagai macam ilustrasi,
audio, gambar, text, serta video.
Keunggulan dari bahan ajar
PowerPoint ini lebih mudah untuk menggunakan aplikasi dan dapat menggabungkan
teks, audio, serta video secara bersamaan dalam satu file. Para siswa juga bisa
menyalin materi PowerPoint dengan mudah, materi yang ditampilkan dapat
dijadikan bahan ajar cetak yaitu Handout.
d. Media
Multimedia
Interaktif
Jenis selanjutnya adalah multimedia interaktif dimana
menurut Herman D Surjono, multimedia merupakan komunikasi kombinasi dari
berbagai macam media, seperti teks, gambar, animasi, suara, video, serta yang
lainnya. Kombinasi tersebut secara terpadu dan sinergis dilakukan melalui
komputer maupun peralatan elektronik lainnya, sehingga bisa mencapai tujuan
tertentu.[9]
C. Kelebihan
dan Kekurangan Media Cetak dan Non Cetak
a. Kelebihan dan Kekurangan Media Cetak
Anderson (1994) menguraikan
kelebihan media cetak sebagai berikut:
a. Siswa dapat berhenti sewaktu-waktu
untuk melihat sumber lain, misalnya kamus, buku acuan, dll.
b. Siswa dapat belajar sesuai dengan
kecepatan masing-masing.
c. Media ini umumnya mudah dibawa,
sehingga dapat digunakan dimana saja.
d. Guru dan siswa dapat dengan mudah
mengulangi materi pelajaran.
e. Gambar atau foto hitam putih dapat
diadaptasikan ke halaman cetak.
f.
Materi
pelajaran dapat diproduksi secara ekonomis, dapat didistribusikan dengan mudah,
dan mudah diperbaiki.[10]
Sedangkan kekurangan media cetak
ialah:
a. Reading level
Salah satu masalah yang dihadapi
dalam penggunaan bahan ajar cetak ialah tingkat kemampuan membaca siswa yang
beragam. Beberapa siswa yang bukan pembaca atau memiliki hambatan dalam membaca
mengalami masalah ini.
b. Prior knowledge
Biasanya bahan ajar cetak dalam
bentuk buku teks ditulis untuk pembaca umum. Bagi pembaca yang memiliki
hambatan dalam pengetahuan awal akan memiliki hambatan dalam pengetahuan awal
dan akan mengalami kesulitan dalam memahami bacaan.
c. Memorization
Beberapa guru sering meminta siswa
untuk mengingat banyak fakta dan definisi. Praktek ini. menyebabkan bahan ajar
cetak sebagai alat bantu menghafal belaka.
d. Vocabulary
Beberapa buku teks menggunakan
banyak terminologi kata dan konsep yang sulit dipahami dan kurangnya
penjelasan.[11]
Kekurangan lainnya dari media cetak,
yaitu sebagai berikut:
a.
Mendesain dan mencetak membutuhkan
waktu yang lama.
b.
Biaya mencetak gambar atau foto
relatif mahal.
c.
Gambar tidak dapat bergerak atau
hanya gambar 1 dimensi.
d. Media mudah rusak jika tidak disimpan dengan baik.[12]
b. Kelebihan dan Kekurangan Media Non
Cetak
Kelebihan media non cetak yaitu sebagai berikut:
a.
Dapat menampilkan kombinasi antara gambar
dengan gerakan.
b.
Dapat menggabungkan semua unsur
media seperti teks, video, animasi, gambar, grafik, suara menjadi satu kesatuan
penyajian.
c.
Memanfaatkan keunggulan komputer
(digital media ataupun teknologi jaringan atau computer network).
d.
Memanfaatkan teknologi multimedia.
e. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer.
f.
Memanfaatkan pertukaran data (Information
sharing) yang secara interaktif dapat dilihat setiap saat di komputer.
g.
Fleksibel dan mudah diadaptasi.
Adapun kekurangan media non cetak,
yaitu sebagai berikut:
a.
Membutuhkan alat yang lengkap
untuk menggunakannya.
b.
Membutuhkan biaya yang relatif
mahal untuk pengadaaan alat media non cetak.
c.
Penggunanya harus mempunyai skill
yang sesuai dengan media yang digunakan.
d.
Adanya virus yang akan membuat file hilang.[13]
A.
Kesimpulan
Media cetak
sebagai media pembelajaran adalah bahan bacaan dan bahan pelajaran yang
dihasilkan/diproduksi dengan mesin pencetakan yang berisi tulisan, gambar,
warna dan simbol visual lain yang memuat materi pelajaran. Media non-cetak adalah media yang menggunakan teknologi sebagai alat
bantu yang digunakan untuk membantu guru yang dituangkan dalam teknologi
non-cetak.
Media cetak terdiri beberapa jenis diantaranya adalah buku, handout, lembar kerja
siswa, ensiklopedia, dan modul. Sedangkan jenis-jenis media non cetak
diantaranya adalah media audio, video, power point, dan multimedia
interaktif.
Kelebihan
media cetak yaitu 1) siswa dapat berhenti sewaktu-waktu untuk melihat sumber
lain, misalnya kamus, buku acuan, dll; 2) siswa dapat belajar sesuai dengan
kecepatan masing-masing; 3) media ini umumnya mudah dibawa, sehingga dapat
digunakan dimana saja; 4) guru dan siswa dapat dengan mudah mengulangi materi
pelajaran; 5) materi pelajaran dapat diproduksi secara ekonomis, dapat
didistribusikan dengan mudah, dan mudah diperbaiki. Sedangkan kekurangan media
cetak yaitu 1) mendesain dan mencetak membutuhkan waktu
yang lama; 2) biaya mencetak gambar atau foto relatif mahal; 3) gambar tidak dapat
bergerak atau hanya gambar 1 dimensi; 4) media mudah rusak jika tidak disimpan dengan
baik.
Kelebihan
media non cetak yaitu dapat menampilkan kombinasi antara gambar
dengan gerakan, dapat menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi,
gambar, grafik, suara menjadi satu kesatuan penyajian, memanfaatkan keunggulan
komputer, memanfaatkan pertukaran data, fleksibel dan mudah diadaptasi. Sedangkan kekurangan media non
cetak, yaitu membutuhkan alat yang lengkap untuk
menggunakannya, membutuhkan biaya yang relatif mahal untuk pengadaaan alat media non cetak, penggunanya
harus mempunyai skill yang sesuai dengan media yang digunakan.
Terdapat kekurangan dan kelemahan dalam
penyusunan makalah ini, baik dari segi tutur kata maupun kalimat dalam
pembahasan yang dibuat, sehingga besar harapan kami sebagai penulis mendapatkan
saran dan masukan sekalian.
Anwar,
Faisal, dkk. 2022. Pengembangan Media
Pembelajaran “Telaah Perspektif pada Era Society 5.0”. Makassar: Tohar
Media.
Gumati,
R.W., & Hari Prakasa. 2023. Media, Komunikasi dan Teknologi Pembelajaran
(Studi Integrasi dalam Pendidikan). Solok, Sumatra Barat: Sagusatal
Indonesia.
Hanifah,
Desty Putri, dkk. 2023. Teori dan Prinsip Pengembangan Media Pembelajaran.
Sukoharjo: Pradina Pustaka.
Khosiyono,
Banun Havifah Cahyo, dkk. 2022. Teori
dan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital di Sekolah Dasar.
Yogyakarta: Deepublish.
Pribadi,
Benny A. 2017. Media dan Teknologi dalam Pembelajaran Edisi Pertama.
Jakarta: Prenada Media.
Yuniastuti,
Miftakhuddin, & Muhammad Khoiron. 2021. Media Pembelajaran Untuk Generasi Milenial Tinjauan Teoritis dan
Pedoman Praktis. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.
http://bahanajarnon-cetakanisfadhilah.blogspot.com/2014/06/bahan-ajar-non-cetak.html?m=1 diakses pada hari Kamis tanggal 02 November 2023.
https://www.universitas123.com/news/jenis-jenis-bahan-ajar-non-cetak-dan-keunggulannya diakses pada hari Kamis
tanggal 02 November 2023.
[1] Banun Havifah
Cahyo Khosiyono, dkk. Teori dan Pengembangan
Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital di Sekolah Dasar. 2022. Yogyakarta: Deepublish. h.89.
[2] Benny
A. Pribadi. Media dan Teknologi dalam Pembelajaran Edisi Pertama. 2017. Jakarta:
Prenada Media. h.18.
[3]
Faisal Anwar,
dkk. Pengembangan Media Pembelajaran “Telaah Perspektif pada Era
Society 5.0”. 2022. Makassar: Tohar Media. h.52.
[4] Redmon
Windu Gumati & Hari
Prakasa. Media, Komunikasi dan Teknologi
Pembelajaran (Studi Integrasi dalam Pendidikan). 2023. Solok, Sumatra Barat: Sagusatal Indonesia. h.65.
[5] Banun
Havifah Cahyo Khosiyono,
dkk. Teori dan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital di
Sekolah Dasar. 2022. Yogyakarta: Deepublish.
h.100-101.
[6]
Yuniastuti, Miftakhuddin, & Muhammad Khoiron. Media Pembelajaran
Untuk Generasi Milenial Tinjauan
Teoritis dan Pedoman Praktis. 2021. Surabaya: Scopindo Media Pustaka. h.9.
[7] Desty Putri Hanifah, dkk. Teori
dan Prinsip Pengembangan Media Pembelajaran. 2023. Sukoharjo: Pradina
Pustaka. h.87.
[8]
Faisal Anwar,
dkk. Pengembangan Media Pembelajaran “Telaah Perspektif pada Era
Society 5.0”. 2022. Makassar: Tohar Media. h.56.
[9] https://www.universitas123.com/news/jenis-jenis-bahan-ajar-non-cetak-dan-keunggulannya diakses pada hari Kamis tanggal 02 November 2023.
[10] Desty Putri Hanifah, dkk. Teori dan Prinsip
Pengembangan Media Pembelajaran. 2023. Sukoharjo: Pradina Pustaka. h.94.
[11] Desty Putri Hanifah, dkk. Teori dan Prinsip Pengembangan Media
Pembelajaran. 2023. Sukoharjo: Pradina Pustaka. h.92-93.
[12] Banun
Havifah Cahyo Khosiyono,
dkk. Teori dan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital di
Sekolah Dasar. 2022. Yogyakarta: Deepublish. h.90.
[13] http://bahanajarnon-cetakanisfadhilah.blogspot.com/2014/06/bahan-ajar-non-cetak.html?m=1 diakses pada hari Kamis tanggal
02 November 2023.
Komentar
Posting Komentar